Goresan Goresan indah

Blog EntryMatematika Gaji dan Logika SedekahJun 25, '07 6:46 AM
for everyone

Oleh A. Muttaqin

 
Dalam satu kesempatan tak terduga, saya bertemu pria ini. Orang-orang biasa memanggilnya Mas Ajy. Saya tertarik dengan falsafah hidupnya, yang menurut saya, sudah agak jarang di zaman ini, di Jakarta ini. Dari sinilah perbincangan kami mengalir lancar.
Kami bertemu dalam satu forum pelatihan profesi keguruan yang diprogram sebuah LSM bekerja sama dengan salah satu departemen di dalam negeri. Tapi, saya justru mendapat banyak pelajaran bernilai bukan dari pelatihan itu. Melainkan dari pria ini.
 
Saya menduga ia berasal dari kelas sosial terpandang dan mapan. Karena penampilannya rapih, menarik dan wajah yang tampan. Namun tidak seperti yang saya duga, Mas Ajy berasal dari keluarga yang pas-pasan. Jauh dari mapan. Sungguh kontras kenyataan hidup yang dialaminya dengan sikap hidup yang dijalaninya. Sangat jelas saya lihat dan saya pahami dari beberapa kali perbincangan yang kami bangun.
 
Satu kali kami bicara tentang penghasilan sebagai guru. Bertukar informasi dan memperbandingkan nasib kami satu dengan yang lain, satu sekolah dengan sekolah lainnya. Kami bercerita tentang dapur kami masing-masing. Hampir tidak ada perbedaan mencolok. Kami sama-sama bernasib "guru" yang katanya pahlawan tanpa tanda jasa. Yang membedakan sangat mencolok antara saya dan Mas Ajy adalah sikap hidupnya yang amat berbudi. Darinya saya tahu hakikat nilai di balik materi.
 
Penghasilannya sebulan sebagai guru kontrak tidak logis untuk membiayai seorang isteri dan dua orang putra-putrinya. Dia juga masih memiliki tanggungan seorang adik yang harus dihantarkannya hingga selesai SMA. Sering pula Mas Ajy menggenapi belanja kedua ibu bapaknya yang tak lagi berpenghasilan. Menurutnya, hitungan matematika gajinya barulah bisa mencukupi untuk hidup sederhana apabila gajinya dikalikan 3 kali dari jumlah yang diterimanya.
 
"Tapi, hidup kita tidak seluruhnya matematika dan angka-angka. Ada dimensi non matematis dan di luar angka-angka logis."
 
"Maksud Mas Ajy gimana, aku nggak ngerti?"
 
"Ya, kalau kita hanya tertuju pada gaji, kita akan menjadi orang pelit. Individualis. Bahkan bisa jadi tamak, loba. Karena berapapun sebenarnya nilai gaji setiap orang, dia tidak akan pernah merasa cukup. Lalu dia akan berkata, bagaimana mau sedekah, untuk kita saja kurang."
 
"Kenyataannya memang begitu kan Mas?", kata saya mengiayakan. "Mana mungkin dengan gaji sebesar itu, kita bisa hidup tenang, bisa sedekah. Bisa berbagi." Saya mencoba menegaskan pernyataan awalnya.
 
"Ya, karena kita masih menggunakan pola pikir matematis. Cobalah keluar dari medium itu. Oke, sakarang jawab pertanyaan saya. Kita punya uang sepuluh ribu. Makan bakso enam ribu. Es campur tiga ribu. Yang seribu kita berikan pada pengemis, berapa sisa uang kita?"
 
"Tidak ada. Habis." jawab saya spontan.
 
"Tapi saya jawab masih ada. Kita masih memiliki sisa seribu rupiah. Dan seribu rupiah itu abadi. Bahkan memancing rezeki yang tidak terduga."
 
Saya mencoba mencerna lebih dalam penjelasannya. Saya agak tercenung pada jawaban pasti yang dilontarkannya. Bagaimana mungkin masih tersisa uang seribu rupiah? Dari mana sisanya?
 
"Mas, bagaimana bisa. Uang yang terakhir seribu rupiah itu, kan sudah diberikan pada pengemis ", saya tak sabar untuk mendapat jawabannya.
 
"Ya memang habis, karena kita masih memakai logika matematis. Tapi cobalah tinggalkan pola pikir itu dan beralihlah pada logika sedekah. Uang yang seribu itu dinikmati pengemis. Jangan salah, bisa jadi puluhan lontaran doa’ keberkahan untuk kita keluar dari mulut pengemis itu atas pemberian kita. Itu baru satu pengemis. Bagaimana jika kita memberikannya lebih. Itu dicatat malaikat dan didengar Allah. Itu menjadi sedekah kita pada Allah dan menjadi penolong di akhirat. Sesungguhnya yang seribu itulah milik kita. Yang abadi. Sementara nilai bakso dan es campur itu, ujung-ujungnya masuk WC."
 
Subhanallah. Saya hanya terpaku mendapat jawaban yang dilontarkannya. Sebegitu dalam penghayatannya atas sedekah melalui contoh kecil yang hidup di tengah-tengah kita yang sering terlupakan. Sedekah memang berat. Sedekah menurutnya hanya sanggup dilakukan oleh orang yang telah merasa cukup, bukan orang kaya. Orang yang berlimpah harta tapi tidak mau sedekah, hakikatnya sebagai orang miskin sebab ia merasa masih kurang serta sayang untuk memberi dan berbagi.
 
Penekanan arti keberkahan sedekah diutarakannya lebih panjang melalui pola hubungan anak dan orang tua. Dalam obrolannya, Mas Ajy seperti ingin menggarisbawahi, bahwa berapapun nilai yang kita keluarkan untuk mencukupi kebutuhan orang tua, belum bisa membayar lunas jasa-jasanya. Air susunya, dekapannya, buaiannya, kecupan sayangnya dan sejagat haru biru perasaanya. Tetapi di saat bersamaan, semakin banyak nilai yang dibayar untuk itu, Allah akan menggantinya berlipat-lipat.
 
“Terus, gimana caranya Mas, agar bisa menyeimbangkan nilai metematis dengan dimensi sedekah itu?”.
 
“Pertama, ingat, sedekah tidak akan membuat orang jadi miskin, tapi sebaliknya menjadikan ia kaya. Kedua, jangan terikat dengan keterbatasan gaji, tapi percayalah pada keluasan rizki. Ketiga, lihatlah ke bawah, jangan lihat ke atas. Dan yang terakhir, padukanlah nilai qona’ah, ridha dan syukur”. Saya semakin tertegun
 
Dalam hati kecil, saya meraba semua garis hidup yang telah saya habiskan. Terlalu jauh jarak saya dengan Mas Ajy. Terlalu kerdil selama ini pandangan saya tentang materi. Ada keterbungkaman yang lama saya rasakan di dada. Seolah-oleh semua penjelasan yang dilontarkannya menutup rapat egoisme kecongkakan saya dan membukakan perlahan-lahan kesadaran batin yang telah lama diabaikan. Ya Allah saya mendapatkan satu untai mutiara melalui pertemuan ini. Saya ingin segera pulang dan mencari butir-butir mutiara lain yang masih berserak dan belum sempat saya kumpulkan.
 
***
 
Sepulang berjamaah saya membuka kembali Al-Qur'an. Telah beberapa waktu saya acuhkan. Ada getaran seolah menarik saya untuk meraih dan membukanya. Spontan saya buka sekenanya. Saya terperanjat, sedetik saya ingat Mas Ajy. Allah mengingatkan saya kembali:
 
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Terjemah QS. Al-Baqarah [2] 261)

Blog Entry.........::Sebenarnya Apa Sih Bakatku::.........Jun 22, '07 6:24 AM
for everyone
Ngomong-ngomong bakat aku apa...ya????....bakat memang sangat berpengaruh dalam diri kita...karena dari situ kita akan lebih mudah mengembangka diri,,,,dan membawa diri kita....khusunya bakat yang positif....bisa menjadi ladang ibadah tuh.....kalau kita...implementasikan dengan penuh keikhlasan..he..he...he..

caranya....kamu2...tinggal baca....dan ceklist....jumlah yang paling banyak itulah bakat kamu,..tapi bisa juga dominan...or...kamu termasuk memiliki kecerdasan dari masing2 kriteria...wah itu bagus..berarti...kamu termasuk orang yang insyaAllah pintar disegala bidang???ok's met mencoba and mengetest bakat kamu.......bisa copy/paste ko silahkan...

a.   Kecerdasan Linguistik


-Membaca buku adalah hal yang paling saya gemari


-Saat bosan saya lebih suka melucu ketimbang melamun


-Saya selalu rajin masuk kursus bahasa


-Menulis puisi, cerpen dimading sekolah adalah kegemaran saya sewaktu di SMA dahulu


-Saya suka berpidato untuk berbagai acara disekolah


-Saya lebih suka menjadi seorang juru tulis ketimbang menjadi ketua kelas


-Dirumah saya memiliki Dyari pribadi yang akan selalu rutin saya isi setelah sampai dirumah


-Saya sangat suka membantu teman menulis jurnal


-Impian saya adalah menjadi seorang pengacara hebat


-Disaat liburan saya paling suka menonton film lucu

b.   Kecerdasan Logis-Matematis


-Saya sangat menyukai kursus sempoa sewaktu sekolah


-Mata kuliah Akuntansi adalah Mata kuliah favorit saya


-Sewaktu sekolah saya senang diangkat menjadi seorang Bendahara dikelas


-Kegiatan yang sering saya lakukan disaat luang adalah mengisi teka-teki silang


-Saya suka melakukan penelitian kecil-kecilan dengan bahan dan alat yang sederhanan saat dirumah


-Saya paling suka mengikuti berbagai lomba sience


-Dalam menghitung uang saya tidak pernah salah atau keliru


-Saya paling suka hal yang dilakukan secara terurut


-Saya selalu meletakan barang pada tempatnya


-Dalam mengelola keuangan saya orang yang dapat mengatur pengeluaran dengan baik

c.   Kecerdasan Spasial


-Saya orang yang gemar memotret pemandangan saat liburan


-Saya lebih tertarik dengan komik dibanding novel


-Saat bersekolah saya suka ikut serta mengisi forum mading dengan berbagai macam karikatur


-Di waktu luang saya suka mendekorasi kamar


-Saya paling suka melihat pameran lukisan


-Menjadi seorang arsitek adalah impian saya


-Saya suka mengkoleksi berbagai macam perangko dengan gambar-gambar yang lucu dan menarik


-Saat menjelaskan sesuatu biasanya saya gambarkan agar mudah dimegerti

d.   Kecerdasan Fisik-Kinestetik


-Seminggu seakli saya melakukan olahraga renang


-Saya menyukai kegiatan bersih-bersih


-Kadang-kadang saya membuat kerajinan tangan


-Saya senang pergi ke tempan yang belum pernah saya kunjungi


-Setiap minggu saya melakukan kegiatan lari pagi di sekitar komplek rumah


-Dari kecil saya senang menari


-Disaat waktu luang saya sering melakukan petualangan


-Saat sore hari saya senang bersepeda dengan teman-teman


-Saya sering mempepertunjukan ketrampilan yang saya punya


-Saya ingin sekali menjadi model pakaian

e.   Kecerdasan Musikal


-Bernyanyi adalah kegemaran saya


-Saya dapat memainkan instrumen musik


-Saya bercita-cita menjadi seorang penyanyi


-Saya sering datang ke konser musik


-Ketika sekolah dasar saya sering menjadi dirigen saat upacara bendera


-Kadang-kadang saya merekam suara saya ketika sedang bernyanyi


-Disaat waktu luang saya suka mendengarkan jenis musik yang belum saya kenal


-Saya rela menabung untuk membeli alat musik yang paling saya inginkan


-Sewaktu kecil saya pernah mengikuti les musik


-Saya mengenal banyak jenis musik

f.    Kecerdasan Antarpribadi


-Saya lebih menyukai kegiatan berkelompok daripada sendiri


-Saya senang mendengarkan masalah yang diceritakan teman


-Saya mempunyai sahabat yang sangat saya percaya


-Saya paling suka berkenalan karena dari situ awal persaudaraan dimulai


-Saya lebih suka mengangkat permasalahan untuk dipecahkan/diselesaikan secara musyawarah


-Menurut saya ilmu adalah ibadah yang ahrus diajarkan kepada semua orang yang mau mempelajarinya


-Saya beranggapan bahwa setiap orang membutuhkan orang lain dalam menjalani kehidupan ini


-Yang membuat saya bahagia adalah saat saya selalu berada dalam golongan/kelompok mereka


-Waktu bagi saya lebih penting dihabiskan untuk kegiatan yang membutuhkan partisipasi kita semua daripada berdiam diri dirumah


-Saya lebih tergerak untuk menolong mereka yang membutuhkan kita

g.   Kecerdasan Intrapribadi


-Saya akan menyediakan waktu khusus untuk merilekskan diri, dan bermuhasabah menilai baik-buruk yang dilakukan hari ini


-Saya sangat tertarik untuk mengikuti pelatihan/seminar yang bisa mendongkrak kemampuan /bakat


-Saya adalah saya tidak ada kesamaan dengan orang lain


-Sesuatu yang saya suka biasanya saya simpan dengan baik-baik agar orang lain tidak mengetahuinya


-Saya mempunyai suatu keinginan yang harus saya capai dengan kesuksesan


-Saya adalah makhluk yang tidak sempurna yang mempunyai kelemahan dan kekurangan


-Liburan saya lebih suka menghabiskan waktu d ikamar


-Sesuatu yang ingin saya miliki harus saya perjuangkan agar dapat mendapatkanya


-Saya pajang papan panjang di kamar yang berisi hal-hal yangharus saya kerjakan esok hari


-Saya sangat gemar membaca riwayat hidup pengusaha-pengusaha sukses. Setidaknya ada cerminan untuk diri sendiri agar menjadi orang yang mandiri


Blog EntryKangen Nih....Jun 21, '07 6:12 AM
for everyone

Mungkin ini sebagian dari perasaan yang ada pada diri manusia, umumnya seseorang pasti memiliki rasa tersebut...ya kangen, sebuah kata yang terdiri singkat tapi mempunyai makna...

dan ini yang saya rasakan......kangen....kangen ingin selalu bersama-Nya, kangen saat indah bersama-Nya....kangen ingin selalu merayu-Nya...kangen....

kangen juga dapat di implementasikan kepada keluarga, saudara, teman...dll

kangen saat indah di tengah-tengah kehangatan keluarga.....kangen dengan masakan ibu yang begitu mengundang selera..makan..kangen dengan kasih sayang beliau....oh ibu...

kangen dengan ayah yang selalu membimbing keluarga....yang selalu meluangkan waktu untuk keluarga...oh ayah....

kangen dengan gelaktawa bersama kakak dan adik saat main bersama....pergi kesurau bersama....main masak-masakan bersama.......emmmmmmmmmmm

rasanya liburan begitu lama tiba waktunya....hingga saya hanya bisa membanyangkan kebaikan mereka semua......oh kangen andai rasa ini bisa cepat terobati...

haya Engkau yang sanggup mengobati semua ini......syujud Syukurku atas segala kebaikan yang Engkau berikan....Ya Robb, semoga saya termasuk hamba-hamba-Mu yang selalu engkau curahkan rahmat dan hidayah-Mu....yang Engkau selalu kumpulkan hamba bersama hamba-hamba-Mu yang sholeh....~_~

~anaskip~

 


Blog EntryAna uhibbukifillahJun 12, '07 5:39 AM
for everyone

Pagi yang sejuk, menbawa semangat relung jiwa ini…

Ya………besok insya Allah……Qt akan bertemu….

Di suatu tempat yang begitu indah…

Penuh semngat para ikhwah- ikhwah…

setelah kemarin Qt sempat berkomunikasi.........

 

Dia adalah seseorang yang ana kenal lewat sebuah millis…

Rasa cinta ini membawa hati ini …

Ingin segera bertemu…

 

Ya…….di hari yang penuh keagungan-MU…

Untukmu palestin tercinta….

Kami akan datang….

 

Akhirnya hari yang dinanti tiba…

Dengan penuh semangat kulangkahkan kaki…

Memenuhi panggilan suci…..ini….

Selain ingin bertemu dengan saudara- saudara…

 

Bunyi telpon gengam menyemangatiku…

Kalau dia ternyata jadi datang….

Di suatu tempat yang indah….

 

Setelah mencoba mencari-cari di kerumunan…

Yang penuh dengan jiw-jiwa mujahid….

Ana tetap berusaha mencari…dengan petunjuk telpon genggam

 

Dia seseorang yang istimewa….

Yang selama ini ana kenal…

Hati gembira saat ana ketemu dengan salah satu dari mereka…

Setelah berbincang sebentar….ana coba bersabar lagi…

Ya……….orang yang ana maksud tidak bersamanya….

 

Waluapun petunjuk itu sudah begitu jelas….tapi,,,,

Tetap saja tidak membuahkan hasil…..

Ya….sampai acara selesai pun kami masih saling kontek…

 

Terakhir ana dapat pesan sms  kalau dia masih menunggu……

Dan ini yang membuat ana sedih…………

Afwan ana sudah mencoba mencari, tapi di lain sisi ana juga sedang menjalankan tugas…..

Mungkin Alloh belum mentakdirkan Qt bertemu……

Insya Alloh suatu saat nanti kita dipertemukan….

Ana uhibbukifillah…………………………………

 

 

~Untuk saudraku cahaya ipb,yang selalu menyinari kampus na?

Dengan jiwa mujahidah nya….~anaskip


Blog Entry10 Gangguan Syaetan Dalam SholatApr 24, '07 5:39 AM
for everyone

1)    WAS WAS SAAT MELAKUKAN TAKBITUL IHRAM

 

Saat mulai membaca takbiratul ihram "Allahu Akbar" , ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah. S%hingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca ta+bir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai ima-nya ham0ir ruku'. Ibnul Qayyim berkata, "Termasuk tipu daya sye4an yang banyak menggangu mereka adalah was-was dalam bersuci (b%rwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam shalat".  Was-was itu membuat mereka tersiksa dan tidak nyaman

 

2)   TIDAK KONSENTRASI SAAT MEMBACA BACAAN  SHALAT

 

Sahabat Rasulullah SAW yaitu 'Utsman bin Abil 'Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syetan telah hadir dalam shalatku dan membuat bacaanku salah dan rancu". Rasulullah SAW menjawab, "Itulah syetan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah SWT. Akupun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku" (HR. Muslim)

 

3)    LUPA JUMLAH RAKAAT YANG TELAH DIKERJAKAN

 

Abu Hurairah r.a berkata, "Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, "Jika salah seorang dari kalian shalat, syetan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam" (HR Bukhari dan Muslim)

 

4)    HADIRNYA PIKIRAN YANG MEMALINGKAN KONSENTRASI

 

Abu Hurairah r.a berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Apabila dikumandangkan adzan shalat, syetan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara adzan tersebut. Apabila muadzin telah selesai adzan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang shalat seraya berkata kepadanya, ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat! Sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia shalat" (HR Bukhari)

 

5)    TERGESA-GESA UNTUK MENYELESAIKAN SHALAT

 

Ibnul Qayyim berkata, "Sesungguhnya ketergesa-gesaan itu datangnya dari syetan, karena tergesa-gesa adalah sifat gegabah, asal dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berprilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul karena dua perilaku buruk, yaitu sembrono dan buru-buru sebelum waktunya". Tentu saja bila shalat dalam kondisi tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya asal. Asal mengerjakan, asal selesai dan asal jadi. Tidak ada ketenangan atau thu-ma'ninah. Pada zaman Rasulullah SAW ada orang shalat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mengulanginya lagi karena shalat yang telah ia kerjakan belum sah. Rasulullah SAW bersabda kepadanya, "Apabila kamu shalat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur'an yang mudah bagimu, lalu ruku'lah sampai kamu benar-benar ruku' (thuma'ninah) , lalu bangkitlah dari ruku' sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma'ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat shalatmu" (HR Bukhari dan Muslim)

 

6)    MELAKUKAN GERAKAN-GERAKAN YANG TIDAK PERLU

 

Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkanny a. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas shalat. "Jangan bermain kerikil ketika shalat karena perbuatan tersebut berasal dari syetan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah SAW". Orang tersebut bertanya, "Apa yang dilakukannya? " Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. "Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW" kata Ibnu Umar (HR Tirmidzi)

 

7)   MENENGOK KE KANAN ATAU KE KIRI KETIKA SHALAT

 

Dengan sadar atau tidak, orang tersebut menengok ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syetan penggoda. Karena itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. Yaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak gampang dicuri oleh syetan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a, ia berkata, "Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hukum menengok ketika shalat". Rasulullah SAW menjawab, "Itu adalah curian syetan atas shalat seorang hamba" (HR Bukhari)

 

8)    MENGUAP DAN MENGANTUK

 

Rasulullah SAW bersabda, "Menguap ketika shalat itu dari syetan. Karena itu bila kalian ingin menguap maka tahanlah sebisa mungkin" (HR Thabrani). Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda, "Adapun menguap itu datangnya dari syetan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi bisa. Apabila ia berkata ha... berarti syetan tertawa dalam mulutnya" (HR Bukhari dan Muslim)

 

9)   BERSIN BERULANG KALI SAAT SHALAT

 

Syetan ingin menggangu kekhusyu'an shalat dengan bersin sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas'ud, "Menguap dan bersin dalam shalat itu dari syetan" (Riwayat Thabrani). Ibnu Hajar mengomentari pernyataan Ibnu Mas'ud, "Bersin yang tidak disenangi Allah SWT adalah yang terjadi dalam shalat sedangkan bersin di luar shalat itu tetap disenangi Allah SWT. Hal itu tidak lain karena syetan memang ingin menggangu shalat seseorang dengan berbagai cara"

 

10)   TERASA INGIN BUANG ANGIN ATAU BUANG AIR

 

Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya" (HR Muslim)

 

Berbahagialah orang-orang muslim yang selama ini terbebas dari berbagai macam gangguan syetan dalam shalat. Semoga kita semua dibebaskan oleh Allah SWT dari gangguan-gangguan tersebut. Dan bagi yang merasakan gangguan tersebut, sebagian atau keseluruhannya, janganlah putus asa untuk berjihad melawan syetan terkutuk. 

 

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.